Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Pemberitahuan!
AOI Casket akan beristirahat selama dua pekan. Jika tidak ada halangan, entri berikutnya akan terbit pada tanggal 7 Juli. Terima kasih.

Senin, 19 Juni 2017

GABRIEL DROPOUT

- Judul: ガヴリールドロップアウト (Gabriel DropOut)
- Judul Alternatif: -
- Tipe: TV (Januari 2017)
- Genre: Comedy; Supernatural;
- Episode: 12
- Rating: Mild Violence and Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Setelah lulus dari sekolah malaikat, Tenma Gabriel White beserta teman-temannya kemudian ditugaskan untuk melanjutkan sekolah di dunia manusia agar mereka dapat secara langsung belajar segala hal tentang kehidupan para manusia. Namun, tatkala bertemu dengan game online, dia terus bermain hingga akhirnya keranjingan, dan Gabriel yang sebelumnya dikenal sebagai murid terbaik di dunia malaikat pun segera berubah menjadi gadis pemalas yang menghabiskan semua waktu dan uangnya hanya untuk game.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Untuk bagian yang berkisar pada ironi tentang malaikat yang bersikap seperti iblis dan sebaliknya, komedi di anime ini cukup bagus. Dia memiliki kreativitas yang tinggi dalam menjelajahi tema tersebut sehingga semua lelucon yang dihasilkan sangat bervariasi dan tidak pernah terasa berulang. Namun, sebagian yang lain dari komedinya lebih cenderung berdasar pada karakter para tokohnya, dan sayangnya, untuk bagian ini dia tidak mampu menunjukkan kualitas yang sama. Kecuali tokoh Satanya, dia tampaknya tidak cukup pandai dalam menulis beragam karakter yang jenaka secara fundamental, maka akhirnya anime ini pun menjadi terlalu bergantung hanya kepada Satanya seorang. Setiap lelucon yang menyertakan dirinya memang masih bisa menghibur, tetapi setiap lelucon tanpa Satanya hampir pasti tidak akan efektif.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Anime ini memperlihatkan tingkat keterampilan yang berbeda ketika menyajikan komedi dari segi visual dan dari segi audio. Berkat timing yang sangat tepat, dia selalu berhasil menutup lelucon dengan baik ketika menampilkan punch line lelucon tersebut secara visual pada layar, tetapi entah mengapa, voice-acting-nya seringkali gagal melakukan hal yang serupa. Nada suara yang digunakan oleh beberapa tokoh saat mengucapkan tsukkomi terdengar keliru, seperti komentar bernada datar sebagai reaksi untuk sesuatu yang seharusnya tidak lazim dan mengejutkan, sehingga mereka kemudian seolah justru meredam kejenakaan dari sebagian lelucon.

- Tokoh/Karakter:
Seperti yang telah disebutkan di atas, anime ini sangat kreatif dalam membahas temanya tentang ironi dari berbagai sisi, dan hal itu juga tercermin pada penulisan karakter para tokohnya. Meskipun Gabriel dan Raphiel diciptakan demi tujuan sama, yaitu untuk menggambarkan malaikat yang tidak bersikap sebagaimana mestinya malaikat, masing-masing kemudian melakukannya dengan cara yang jelas berbeda, sehingga mereka pun tetap mampu tampak sebagai dua karakter yang unik dengan jenis ironi mereka sendiri. Namun, ironisnya, mungkin oleh karena alasan itu pulalah komedi yang berasal dari mereka akhirnya terasa begitu terbatas. Sejak awal mereka didesain secara spesifik untuk mengangkat tema anime ini, maka komedi mereka baru dapat muncul hanya pada suatu cerita yang menjadikan malaikat atau iblis sebagai topiknya, sedangkan karakter mereka sendiri, terlepas dari status mereka sebagai malaikat dan iblis, tidak punya kemampuan khusus untuk dengan leluasa menghasilkan lelucon kapan saja dan pada situasi apapun. Dengan kata lain, "seorang malaikat yang kerjanya cuma bermalas-malasan" memang terdengar jenaka, tetapi tidak ada yang langsung terkesan lucu pada "seseorang yang kerjanya cuma bermalas-malasan". Sekali lagi, tokoh Satanya adalah satu pengecualian -- berkat sifatnya yang bodoh serta tingkah lakunya yang tidak terduga, setiap saat dia bisa dan akan tiba-tiba saja membuat lelucon, namun sayang, jumlah tokoh hampa, yang nyaris tidak punya sedikit pun daya tarik dari sisi komedi, masih lebih banyak.

- Overall Score:
Persis laksana mengumpulkan malaikat dan iblis bersama di satu tempat, anime ini memiliki sisi yang bagus dan sisi yang buruk dalam takaran yang setara. Dia menunjukkan kreativitas tinggi ketika berhasil menyajikan komedi efektif yang berdasar pada ironi seputar malaikat dan iblis, tetapi dia akan langsung memperlihatkan keterbatasannya saat hanya mampu menghasilkan lelucon-lelucon hambar yang berasal dari karakter para tokohnya. Hal ini mungkin terdengar kontradiktif, namun pada kenyataannya, anime ini akan membuat anda merasa puas terhibur dan juga kecewa sekaligus. Skor 7,5 dari 10 (Occasionally good comedy)


DVD/Blu-ray:
Volume 1
Volume 2
Volume 3

Goods:
- CD Music: OP Theme / ED Theme
- CD Radio
- DVD Seiyuu Special

Jumat, 09 Juni 2017

KOBAYASHI-SAN CHI NO MAIDRAGON

- Judul: 小林さんちのメイドラゴン (Kobayashi-san Chi no Maidragon)
- Judul Alternatif: Miss Kobayashi's Dragon Maid;
- Tipe: TV (Januari 2017)
- Genre: Drama; Comedy;
- Episode: 13
- Rating: Mild Violence and Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Pada suatu hari, seekor naga bernama Tooru mendadak muncul di hadapan Kobayashi. Demi membalas kebaikan hati Kobayashi yang telah menyelamatkan nyawanya, dia kini berubah wujud menjadi seorang gadis dan ingin bekerja sebagai Maid di apartemennya. Meskipun para naga di dunia asalnya lebih sering menganggap manusia musuh yang mengganggu, Tooru perlahan belajar untuk menjalani hidup di antara mereka agar dia dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik dan menjadi Maid yang berguna bagi Kobayashi.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Anime ini terkesan gagal merealisasikan potensinya sebagai komedi, sebab dia ternyata justru lebih banyak menyajikan kisah Kobayashi dan Tooru sebagai sebuah kisah drama. Bukan berarti bahwa komedi dan drama tidak boleh digabungkan, tetapi segala sesuatu pada plot dasar anime ini, yaitu tentang seekor naga yang ingin menjadi Maid di dunia manusia, mengindikasikan kalau dia seharusnya menjadi komedi nonsensical yang sejati, maka kehadiran drama di dalamnya pun tampak seperti penambahan tidak perlu yang hanya menghalangi komedi tersebut muncul. Lebih parahnya lagi, anime ini bukan menulis bagian drama itu agar sejalan dengan komedinya, melainkan langsung mengambil situasi yang merupakan esensi dari komedi tadi dan mengubahnya menjadi berwujud drama. Dia berharap dapat begitu saja mengganti "naga di dunia manusia" dengan "seorang pendatang yang berusaha memulai hidup baru di negeri asing", namun pada akhirnya, dia cuma menyebabkan keseluruhan atmosfer dari ceritanya terlihat membingungkan. Ketika bermaksud mempertahankan warna komedinya, anime ini akan menggambarkan kisah Kobayashi dan Tooru sebagai sesuatu yang konyol dan sudah semestinya ditertawakan, tetapi pada saat yang sama, dia juga ingin melukiskan kisah mereka sebagai sesuatu yang emosional dan tidak sepatutnya ditertawakan. Lalu, karena memang tidak dipersiapkan untuk menjadi sebuah drama, kisah Kobayashi dan Tooru pun tidak pernah memiliki cukup depth untuk mampu memicu emosi apapun -- dramanya hampir pasti akan gagal, dan jika ditambahkan pula dengan kegagalannya tadi pada bagian komedi, anime ini benar-benar terasa hambar.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Alasan lain mengapa komedi di anime ini terasa jauh dari sempurna adalah audio visual yang tampaknya memang tidak dimaksudkan untuk menyajikan komedi. Berbentuk sebuah cerita, semua adegan dan dialog di anime ini cenderung berdurasi panjang, dan mungkin oleh karena itulah, efek dari lelucon-lelucon yang didesain pendek pun segera tenggelam di dalamnya. Namun, anime-anime lain telah berulang kali membuktikan bahwa sebenarnya tidak harus demikian -- ceritanya bisa berjalan lancar sambil lelucon-lelucon pendek di dalamnya juga tetap mampu dijaga senantiasa efektif. Maka jika kali ini keduanya tidak berhasil menyatu dengan baik, kesalahan tampaknya terletak hanya pada anime ini yang tidak begitu pandai (atau bahkan barangkali memang tidak pernah berminat) dalam menyampaikan punch line di ujung setiap lelucon dengan tepat.

- Tokoh/Karakter:
Seorang pekerja kantoran biasa yang sudah terbiasa dengan keadaan normal dan seekor naga yang melaksanakan semua pekerjaan dalam skala yang berlebihan -- sekali lagi, segala sesuatu pada anime ini mengindikasikan bahwa dia merupakan sebuah komedi, termasuk juga kombinasi karakter dari kedua tokoh utamanya. Tooru rasanya dipersiapkan khusus untuk melakukan hal-hal yang aneh serta luar biasa, sementara Kobayashi hadir untuk memperjelas keanehan tersebut bagi penonton. Dan karena mereka sangat sempurna sebagai tokoh-tokoh komedi, atmosfer bahwa ada sesuatu yang keliru pun terasa begitu kental ketika anime ini ternyata kemudian menampilkan mereka sebagai tokoh-tokoh yang serius. Tooru menjadi gadis sentimental yang lebih sering merenung, sehingga profil bahwa dia adalah seekor naga yang bekerja sebagai Maid akhirnya tidak lagi banyak berarti, dan bukannya mewakili perspektif orang biasa, Kobayashi justru digambarkan layaknya seorang filsuf yang teramat bijaksana dalam memandang kehidupan. .... Something just felt terribly amiss .... Barangkali tujuan anime ini yang sesungguhnya adalah hanya memberi mereka cerita yang lebih lengkap agar tidak menjadi sekadar kisah latar di sebuah sitcom, namun karena mengambil arah yang terlalu jauh berbeda dari fungsi awal Tooru dan Kobayashi, pada ujungnya dia malah mengganti karakter dasar mereka sepenuhnya, dan dengan demikian menyebabkan wujud keduanya tampak tidak jelas.

- Overall Score:
Jika drama yang diubah menjadi komedi disebut parodi, bagaimana dengan komedi yang diubah menjadi drama? Mungkin namanya tidak tersedia karena memang tidak banyak orang yang tertarik mencobanya, dan mungkin tidak banyak yang tertarik karena itu berarti menulis ulang seluruh ceritanya dari awal. Berbeda dari parodi, seseorang tidak dapat begitu saja mengganti lelucon dengan kejadian emosional, sebab siapapun akan langsung menyadari bahwa dia tidak sesuai dengan elemen cerita yang lain. Namun, justru persis hal tersebut yang dilakukan anime ini, dan sebagai hasilnya, dia tidak pernah mampu menyajikan apapun yang berkesan. Dramanya terasa hambar dan cuma sebagian kecil dari komedinya yang benar-benar menghibur, maka pada akhirnya anime ini menjadi tidak lebih daripada sebuah cerita. Tidak buruk, tetapi juga tidak cukup bagus -- dia hanya sebuah cerita. Skor 6,5 dari 10 (Absolutely average)


DVD/Blu-ray:

Goods:
- CD Music: Soundtrack / Character Song