Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 24 Februari 2017

WATASHI GA MOTETE DOU SUNDA

- Judul: 私がモテてどうすんだ (Watashi ga Motete Dou Sunda)
- Judul Alternatif: Kiss Him, Not Me;
- Tipe: TV (Oktober 2016)
- Genre: Comedy; Romance;
- Episode: 12
- Rating: Mild Eroticism (Partial Nudity)
- Sinopsis:
Serinuma Kae tidak peduli meski dia bukan gadis populer, sebab dia memang tidak pernah berharap untuk menjadi pusat perhatian. Sebagai seorang fujoshi, yang dia inginkan hanyalah memandang para pemuda tampan dari jauh dan kemudian diam-diam membayangkan mereka saling bercumbu satu sama lain. Akan tetapi, setelah tokoh anime yang dia sukai tewas, Kae yang berhenti makan karena shock mendadak berubah menjadi seorang gadis rupawan, dan semua pemuda tadi kini justru berkumpul mengelilingi Kae dan bahkan bersaing untuk mendapatkan cintanya.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Anime ini menyajikan tontonan komedi yang cukup bagus. Selain lelucon-lelucon utama tentang sekumpulan pemuda tampan yang terpaksa mengikuti kebiasaan dan ritual aneh Kae sebagai seorang otaku, dia juga memasukkan dengan cermat parodi ringan atas anime-anime lain -- samar agar tidak sampai mengganggu jenis komedinya sendiri, tetapi juga akan tetap terasa menyenangkan bagi penonton yang paham saat mereka berhasil menemukannya. Namun, pada episode-episode belakangan anime ini kemudian beralih untuk lebih berkonsentrasi kepada kisah romantis para tokohnya, dan meski kombinasi komedi-romantis seharusnya merupakan hal yang sudah biasa, yang menjadi masalah adalah bahwa plot anime ini tampaknya sejak awal dipersiapkan cuma untuk komedi, maka transformasinya menuju romance pun akhirnya terasa dipaksakan. Dengan tokoh gadis yang mendadak berubah menjadi luar biasa cantik hanya karena shock oleh suatu anime, dan juga tokoh-tokoh pemuda yang seolah terkena sihir sehingga tiba-tiba saja mengerumuninya begitu penampilan si gadis berubah, bukankah sulit untuk membayangkan selain bahwa anime ini hanya ingin bermain-main dengan hubungan di antara mereka, atau bahkan mengolok-olok stereotip situasi harem pada umumnya? Alhasil, daripada membentuk suatu kombinasi yang kokoh, bagian komedi dan bagian romance di anime ini justru terkesan saling menyalahi satu sama lain. Komedinya mencegah kisah romantis para tokohnya dari mengisyaratkan nuansa yang serius atau emosi yang mendalam, dan ketika bagian romance tersebut gagal menyediakan hiburan alternatif yang sama efektif, dia lalu hanya menjadi seperti masa jeda yang kosong dan terlalu panjang yang cuma menghalangi komedi anime ini dari muncul lebih sering.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Voice-acting tokoh Kae terdengar ... ganjil. Secara objektif, hal ini sebenarnya bermanfaat dalam menjaga karakter Kae tetap sebagai seorang fujoshi dan tidak mendadak menjadi karakter baru meski penampilannya berubah, tapi bagaimanapun juga, rasanya mustahil untuk tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat tidak alami pada suaranya. Lagi pula, bukankah tokoh-tokoh seperti Shima dan Amane membuktikan bahwa mereka dapat menjadi fujoshi sambil sekaligus tetap terdengar normal? Oleh karena itu, daripada sekadar berharap agar penonton suatu saat akan terbiasa dengan keganjilan suara Kae, anime ini seharusnya masih bisa melakukan yang lebih baik.

- Tokoh/Karakter:
Meski para tokoh di anime sempurna untuk komedi, mereka tidak punya sesuatu yang khas pada karakter atau latar belakang mereka agar kisah romantis mereka juga terasa istimewa. Seorang fujoshi yang memandang semua pria tampan di sekelilingnya hanya sebagai obyek BL memang menjanjikan banyak lelucon, tetapi siapa yang akan peduli pada hubungan romantis Kae dengan mereka jika dia sendiri tidak pernah menginginkannya? Similarly, nuansa ironi pada sekelompok pemuda populer yang dipaksa bersikap seperti otaku memang seketika terlihat jenaka, namun tatkala dimaksudkan untuk mendapatkan kisah tersendiri, mereka tidak memiliki cukup keunikan yang mampu menjadikan masing-masing tokoh tampak menonjol. Tidak ada perbedaan yang signifikan di antara Igarashi, Nanashima, Shinomiya, dan Mutsumi kecuali mungkin perilaku mereka di permukaan, maka secara alami juga tidak pernah ada daya tarik untuk menyaksikan siapa yang pada akhirnya akan bersama Kae. Padahal anime ini sebenarnya hanya perlu melakukan beberapa penyesuaian untuk membuat para tokoh tersebut terkesan lebih romantis, misalnya dengan mengurangi sedikit sifat fujoshi pada Kae, tetapi dia justru memilih membiarkan sisi komedi mereka selalu tampak jauh lebih mencolok. Dengan tokoh-tokoh yang bersinar saat mereka sedang bercanda lalu langsung redup saat mereka mulai bicara serius, romance kelihatannya memang bukan bagian dari tujuan awal anime ini.

- Overall Score:
Entah apakah karena perencanaan yang kurang matang ataukah sebab keputusannya untuk berubah arah yang terlalu mendadak, sisi komedi dan sisi romance di anime ini pada akhirnya tidak seimbang. Berkat plot unik yang menggabungkan situasi BL serta harem sekaligus dan juga dukungan dari tokoh-tokoh yang sesuai, besar kemungkinan anda akan mendapati komedinya cukup menghibur. Namun, ketika dia mulai memaksa untuk menghadirkan nuansa romantis di dalam ceritanya, anda kemudian akan menemukan plot dan tokoh-tokoh tadi justru memberikan efek yang berlawanan, dan anime ini pun tiba-tiba saja berubah menjadi terasa begitu hambar. Skor 7,5 dari 10 (Decent comedy, dull romance)


DVD/Blu-ray:

Goods:
- CD Music: OP Theme / ED Theme

Jumat, 17 Februari 2017

FLIP FLAPPERS

- Judul: フリップフラッパーズ (Flip Flappers)
- Judul Alternatif: -
- Tipe: TV (Oktober 2016)
- Genre: Action; Super Powers; Comedy;
- Episode: 13
- Rating: Mild Violence and Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Pada suatu hari, Kokomine Cocona mendadak dikunjungi seorang gadis aneh bernama Papika. Dia ternyata berasal dari kelompok peneliti Flip Flap yang bermaksud menjelajahi dunia lain Pure Illusion demi mencari kepingan-kepingan misterius yang dikatakan akan dapat mewujudkan keinginan seseorang, dan karena Cocona memiliki kemampuan untuk pergi ke Pure Illusion, Papika kini ingin mengajaknya ikut mengumpulkan semua kepingan tersebut. Semula dia sempat ragu, tetapi setelah mereka mulai saling mengenal, Cocona akhirnya bersedia membantu.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Karena hampir semua hal di dalamnya selalu berubah secara tiba-tiba, cerita anime ini terasa berjalan dengan sangat tergesa-gesa. Dia seolah cuma melompat-lompat secara liar dari satu adegan ke adegan berikutnya, sebab tidak pernah ada bentuk yang jelas bagaimana seharusnya adegan-adegan tersebut saling terhubung untuk membentuk sebuah jalan cerita. Akibatnya, meski secara umum outline-nya memang tetap bisa terlihat, cerita anime ini masih cenderung sulit dipahami, dan yang tampak tersisa dari petualangan Cocona dan Papika ke berbagai macam dunia Pure Illusion adalah cuma petualangan itu sendiri. .... Namun, beruntung, anime ini ternyata kemudian cukup berhasil dalam menjadikan petualangan mereka senantiasa terasa menarik. Tidak hanya menunjukkan keanehan-keanehan di Pure Illusion secara visual, tetapi dengan segera menggambarkannya sebagai sisi twisted dari dunia normal, dia membuat Pure Illusion terkesan lebih daripada sekadar khayalan kosong dan justru seperti suatu wilayah terpencil di permukaan bumi yang belum pernah dijelajahi -- asing dan penuh keajaiban, namun entah mengapa tetap terasa familiar. Barangkali tidak semua orang akan mendapatkan perasaan yang serupa, tetapi bagi mereka yang menyukai petualangan, beberapa episode di anime ini masih berpotensi menawarkan perjalanan yang menyenangkan.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Sebagaimana yang telah disebutkan, visual anime ini mampu menunjukkan dengan jelas betapa aneh dunia yang bernama Pure Illusion. Dan meski tidak begitu mendetil, animasinya juga cukup bagus, terutama dalam menciptakan sensasi kecepatan pada adegan-adegan pertarungannya. Koreografi setiap pertarungan itu sendiri sebenarnya bukan sesuatu yang istimewa, karena pada dasarnya cuma menampilkan dua pihak yang beradu kekuatan -- terus saling memukul sampai salah satu di antara mereka kalah, tetapi dengan tokoh-tokoh yang tampak bergerak cepat dan meloncat kesana-kemari dengan lincah, anime ini tetap bisa menjadi tontonan action yang seru dan indah sekaligus.

- Tokoh/Karakter:
Papika dan Cocona memiliki kepribadian masing-masing, tetapi kecuali untuk selingan komedi yang sesekali muncul, karakter mereka rasanya tidak punya fungsi apapun lagi. Karena, begitu mereka berada di dalam Pure Illusion, sikap Papika yang tidak kenal takut dan Cocona yang selalu ragu-ragu seketika menjadi tidak berarti. Karakter mereka yang semestinya berlawanan akan segera membaur dan terbagi rata, sehingga yang akhirnya tampak hanyalah sepasang gadis yang melakukan segala hal secara bersama-sama. Bahkan meski cerita anime ini kemudian berusaha menghadirkan sejumlah fluktuasi dan dinamika dalam hubungan di antara mereka, hal tersebut lebih banyak disebabkan oleh insiden-insiden tertentu, dan bukan karena Papika dan Cocona adalah dua individu unik dengan cara pandang yang berbeda. .... Namun, terlepas dari bagaimana kondisi mereka secara perorangan, anime ini tetap mampu menunjukkan dengan sangat jelas kedekatan hubungan Papika dan Cocona sebagai dua orang sahabat. Efeknya mungkin belum cukup besar atau pun konsisten untuk memberi nilai tambah pada keseluruhan cerita anime ini, tetapi paling tidak, hal ini akan mengubah setiap fluktuasi dan dinamika tadi menjadi momen-momen sentimental yang sporadis.

- Overall Score:
Cerita yang melatarbelakangi petualangan Papika dan Cocona di Pure Illusion mungkin adalah satu cerita yang tidak akan pernah anda pahami sepenuhnya. Bahkan jika coba menyusun dengan rapi rangkaian kejadiannya dari awal sampai akhir, anda akan menemukan masih tersisa banyak bagian yang hilang dan dibiarkan tak terjawab. Namun, meski hasil akhirnya sia-sia, upaya untuk mengikuti cerita itu sendiri tetap dapat terasa menyenangkan. Berkat visualisasi indah Pure Illusion sebagai dunia yang penuh keajaiban dan animasi para tokohnya yang cukup bagus, setiap episode selalu punya potensi untuk menyajikan tontonan yang ... tidak biasa. Skor 7 dari 10 (Satisfying visuals)


DVD/Blu-ray:

Goods:
- CD Music: OP Theme / ED Theme