Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 22 September 2017

ID-0

- Judul: ID-0
- Judul Alternatif: ID-Zero;
- Tipe: TV (April 2017)
- Genre: SciFi; Action; Mystery;
- Episode: 12
- Rating: Mild Eroticism (Partial Nudity)
- Sinopsis:
Setelah penemuan Orichalt yang memungkinkan perjalanan jarak jauh dalam waktu yang singkat, peradaban manusia selanjutnya berkembang dengan berdasar pada mineral tersebut. Mulai dari transportasi hingga komunikasi, semua aspek kehidupan kini sepenuhnya bergantung kepada penggunaan Orichalt. Namun, ketika Ido dan kelompok penambang Excavate menggali di sebuah planet misterius yang tiba-tiba saja muncul, mereka kemudian menyadari bahwa Orichalt ternyata membawa bahaya yang dapat mengancam seluruh umat manusia.



Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Jalan ceritanya sendiri tampak telah direncanakan dengan baik. Rangkaian kejadian di dalamnya diatur agar selalu terhubung dengan cara yang masuk akal, sehingga inti cerita anime ini secara keseluruhan masih cukup mudah dipahami, meski sebagian besar teknologi yang dia sajikan benar-benar fiktif. Namun, jika memang menonton karena ceritanya, penonton mungkin juga akan menemukan anime ini berjalan terlalu lambat, sebab setiap episodenya terasa tidak memberikan cukup banyak hal yang berarti. Ya, episode-episode tersebut selalu berisi suatu insiden misterius seputar Orichalt, tetapi cuma sampai di situ. That's all! Dan dari satu insiden itu, anime ini kemudian memaksa untuk menghasilkan sebuah cerita berdurasi sekitar tiga puluh menit dengan cara menunda-nunda reaksi para tokohnya melalui pekerjaan yang bertele-tele atau percakapan yang sia-sia. Kesalahannya bukan terletak pada manajemen episode itu sendiri, melainkan mungkin justru pada keputusannya sedari awal untuk menjadi sebuah serial sebanyak dua belas episode. Seandainya saja dia memilih suatu bentuk dengan durasi yang lebih singkat, anime ini pun tentu akan terlihat lebih padat.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Sejauh tingkat kualitas animasi CG di industri anime pada umumnya, visual di anime ini masih termasuk cukup bagus. Namun barangkali satu hal yang perlu dikritik adalah bahwa dia menampilkan gerakan I-Machine terlalu mendekati gerakan tubuh manusia biasa. Meski di satu sisi hal ini sesuai dengan ceritanya yang menyebutkan I-Machine sebagai pengganti tubuh manusia, dia seharusnya tetap merupakan mesin dengan batasan-batasan tertentu. Dengan kata lain, performanya boleh saja sebaik tubuh manusia, tetapi gerakannya tentu ditujukan lebih utama untuk dapat melaksanakan tugas daripada sekadar meniru gerakan manusia. Terdapat terlalu banyak gerakan tidak penting yang terkesan tidak mekanis, dan sebagai sebuah kisah fiksi ilmiah, hal ini kemudian menyebabkan teknologi yang dia perlihatkan akhirnya menjadi kurang believable.

- Tokoh/Karakter:
Anime ini memiliki banyak tokoh, tetapi kecuali Ido yang menyimpan suatu rahasia di dalam ingatannya, mereka semua tidak punya fungsi apapun. Pada sisi positifnya, mereka dikumpulkan bersama melalui suatu proses, bukan terjadi begitu saja, yang kemudian ikut membantu memberi kesan bahwa setiap kejadian di dalam cerita telah direncanakan dengan baik. Namun jika dilihat dari segi kontribusi mereka untuk cerita itu sendiri, para tokoh tersebut nyaris tidak berguna sama sekali. Bahkan termasuk Maya, yang semula tampak seolah akan memiliki peran sangat penting, ternyata akhirnya hanya menjadi satu lagi anggota Excavate dan seorang gadis yang, entah mengapa, jatuh hati kepada Ido. Anime ini ingin menyebutkan bahwa pengetahuan Maya membantu Ido dan yang lainnya menemukan Orichalt, tetapi dengan sains yang hampir seluruhnya fiktif, tidak pernah jelas kontribusi seperti apa yang sesungguhnya Maya berikan melalui pengetahuannya tersebut. Pada kenyataannya, Ido bisa saja mengoperasikan kapal Stulti seorang diri dan cerita anime ini akan tetap berjalan dengan normal, maka jika memang para tokoh yang lain memiliki suatu fungsi, hal itu hanyalah agar anime ini punya cukup sarana untuk mengisi episode-episodenya yang cenderung kosong dengan sebanyak mungkin percakapan.

- Overall Score:
Meski anime ini penuh dengan istilah ilmiah yang asing, perencanaan yang baik menjamin agar setidaknya anda tetap dapat memahami apa yang hendak dia sampaikan. Hanya saja, jalan ceritanya mungkin semula dimaksudkan untuk durasi yang singkat, maka ketika anime ini memaksa untuk menjadikannya lebih panjang, setiap episodenya pun kemudian lebih sering cuma berisi hal yang sia-sia. Jika anda tidak segera menyukai jenis cerita fiksi ilmiah yang dia tawarkan, anime ini akan cenderung terasa membuang-buang terlalu banyak waktu. Skor 7,5 dari 10 (Hollow episodes)


DVD/Blu-ray:
DVD BOX
Blu-ray BOX

Goods:
- T-Shirt Maya: S / M / L / XL
- T-Shirt Ido: S / M / L / XL
- CD Soundtrack

Jumat, 15 September 2017

CLOCKWORK PLANET

- Judul: クロックワーク・プラネット (Clockwork Planet)
- Judul Alternatif: -
- Tipe: TV (April 2017)
- Genre: SciFi; Action;
- Episode: 12
- Rating: Strong Violence and Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Usia bumi telah berakhir, namun sebelum umat manusia juga ikut musnah, seseorang bernama Y mengubah seluruh planet menjadi sebuah mesin jam raksasa yang digerakkan dengan rangkaian roda gigi. Seribu tahun berselang, tepat ketika mesin tersebut butuh pemeriksaan menyeluruh, bagai dibimbing oleh takdir Miura Naoto mendadak bertemu automata pertama ciptaan Y yang bernama RyuZU serta seorang gadis yang luar biasa genius bernama Marie Bell Breguet, dan dengan bekerja sama, mereka kemudian memperbaiki setiap masalah yang mengancam kelangsungan hidup planet mereka.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Plot anime ini tampaknya hanya berupa upaya berulang-ulang dari Naoto dan tokoh lainnya untuk terus memperbaiki planet mereka sambil melindungi kota demi kota dari orang-orang yang hendak menghancurkannya. Barangkali anime ini sesekali berusaha mengesankan bahwa para tokohnya menghadapi suatu konspirasi berskala besar dengan rencana yang berskala besar pula, tetapi ternyata konspirasi yang dimaksud terasa cuma seperti sekelompok orang jahat di film kartun anak-anak yang seolah tidak punya tujuan apa-apa selain selalu berbuat jahat sebelum kemudian dikalahkan oleh sang tokoh utama, dan jika memang rencana mereka sekilas terlihat brilian, rencana itu pun sesungguhnya tidak pernah melewati tahap sketsa kasar yang tidak berisi rincian pasti tentang bagaimana dia akan dilaksanakan. Pada kenyataannya, cerita anime ini hadir hanya sebagai dalih bagi para tokohnya untuk menunjukkan aksi-aksi mereka. Sama sekali tidak ada nilai yang terkandung di dalamnya, terlebih setelah anime ini juga gagal menjelaskan secara masuk akal bagaimana sebenarnya sebuah planet bisa digerakkan oleh serangkaian roda gigi. Setting anime ini tidak pernah tampak lebih dari sekadar sebuah khayalan yang terlalu mengada-ada, maka semua bahaya dan ancaman yang ingin dia digambarkan sedang mengancam setting tersebut pun akhirnya cuma terdengar seperti omong kosong yang dibuat-buat.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Animasinya sendiri masih dapat dikatakan cukup bagus, namun visual anime ini tetap terasa mengecewakan. Sebab meski dengan cerita yang tampaknya dipersiapkan khusus sebagai ajang untuk memamerkan aksi-aksi para tokohnya, aksi-aksi tersebut ternyata jauh dari terlihat menarik. Apakah itu ketika sedang memperbaiki sesuatu ataukah ketika tengah bertempur melawan musuh, Naoto dan tokoh lainnya cuma perlu mengayunkan tangan atau senjata kesana-kemari dengan cepat, lalu semua masalah mereka akan langsung selesai -- semua mesin yang rusak secara ajaib akan berjalan kembali, dan semua musuh mereka akan segera hancur tanpa sempat memberi perlawanan berarti. Bahkan walaupun tidak terdapat banyak makna di balik perbaikan dan pertempuran yang mereka lakukan itu, seharusnya anime ini bisa menyajikan gerakan-gerakan mereka dalam cara yang lebih anggun.

- Tokoh/Karakter:
Anime ini lebih cenderung mendefinisikan karakter para tokohnya berdasarkan keahlian mereka daripada sebagai individu dengan pendapat dan emosi sendiri. Kepribadian mereka terasa hanya seperti aksesoris di permukaan yang ditulis secara asal-asalan, sebab sikap mereka akan selalu berubah-ubah untuk setiap situasi yang berbeda, maka satu hal yang dapat dipastikan adalah bahwa cerita anime ini tidak akan memiliki nilai emosional. Namun, yang mengherankan, bahkan setelah dia memusatkan perhatian cuma pada keahlian para tokohnya, anime ini ternyata masih tidak mampu menjelaskan dengan baik apa sesungguhnya keahlian mereka tersebut. Dia seolah hanya ingin menggambarkan semua tokohnya sehebat mungkin, tetapi kemudian dia tidak bisa memutuskan seberapa hebat, sehingga akhirnya keahlian mereka tidak pernah punya wujud yang tetap. Naoto, misalnya, ketika semula kemampuannya cuma sebatas mendeteksi jika terdapat roda gigi yang bermasalah, tiba-tiba saja dia sanggup menganalisa fungsi setiap roda gigi di seluruh kota, padahal sebelumnya dia bahkan tidak mampu memahami cara kerja dari sebuah jam yang jauh lebih sederhana. Jika mereka juga tidak memiliki keahlian khusus yang bisa dikenali, identitas para tokoh anime ini benar-benar hanya tinggal nama dan desain gambar dua dimensi mereka.

- Overall Score:
Mengecewakan, lagi dan lagi. Setelah menjanjikan sebuah setting yang menarik, anime ini ternyata langsung menyepelekannya dan justru hanya bercerita tentang sepak-terjang empat atau lima orang tokoh -- tokoh-tokoh yang ternyata kemudian digambarkan begitu kabur tanpa definisi pasti selain sebagai sekelompok orang yang terus beraksi -- aksi-aksi yang ternyata kemudian disajikan dengan visual seadanya sehingga akhirnya terlihat membosankan. Kecuali bahwa animasinya masih cukup nyaman untuk disaksikan (dan barangkali juga theme song-nya) anda tidak akan menemukan apapun yang bernilai di anime ini. Skor 5,5 dari 10 (Meaningless and unattractive)


DVD/Blu-ray:

Goods:
- Figure: RyuZU
- Dakimakura: RyuZU / Marie
- CD Music: Soundtrack / OP Theme / ED Theme