Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 21 April 2017

KEMONO FRIENDS

- Judul: けものフレンズ (Kemono Friends)
- Judul Alternatif: -
- Tipe: TV (Januari 2017)
- Genre: Comedy;
- Episode: 12
- Rating: Relatively Safe
- Sinopsis:
Ketika tengah bersantai di dalam wilayah Savanna, Serval menemukan seorang Friends asing yang mengenakan topi dan membawa tas. Ternyata, Friends yang baru saja lahir tersebut tidak mengingat apapun tentang dirinya sendiri, termasuk dari jenis hewan apa dia berasal. Oleh karena itu, untuk sementara Serval hanya memanggilnya dengan Kaban, dan demi mencari tahu identitas Kaban yang sesungguhnya, bersama-sama mereka lalu melakukan perjalanan panjang menuju Perpustakaan sambil melintasi berbagai macam wilayah lain di Japari Park.



Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Dengan jalan cerita yang sederhana dan linear, anime ini tampaknya lebih cenderung ditujukan untuk anak-anak. Menilainya dengan sudut pandang yang serius akan berarti salah memahami maksud anime ini sepenuhnya. Namun, meski ceritanya secara keseluruhan belum terasa cukup menantang bagi pikiran yang lebih dewasa, bagian komedinya sendiri masih akan mampu menghibur siapapun, dan mungkin salah satu alasannya adalah justru karena anime ini sudah langsung jelas diketahui bukan sesuatu yang mesti disikapi serius. Dia tidak menyajikan lelucon-lelucon baru, orisinil, atau pun luar biasa menggelikan, tetapi atmosfer 'kepolosan' yang terdapat pada anime ini menjadikan setiap lelucon tersebut kemudian terkesan tulus. Kejadian-kejadian lucu dan dialog-dialog jenaka yang terjadi seolah terjadi secara alami, dan jika suatu peristiwa tampak tidak disengaja, bahkan hal yang sederhana seperti seekor kucing yang terjatuh dari meja tetap berpotensi mengundang tawa. Terlebih lagi, anime ini juga sangat terampil dalam menentukan topik yang sesuai dan memilih timing yang tepat untuk mengangkatnya agar setiap lelucon selalu terasa sebagai suatu bagian dari jalan cerita, sehingga kehadirannya pun akan secara otomatis terkesan alami. Ya, membandingkannya dengan anime lain, dia memang belum bisa disebut komedi yang bagus, tetapi bagaimanapun juga, anime ini tetap akan mengubah waktu yang digunakan untuk menontonnya jadi menyenangkan.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Animasinya memang tidak begitu bagus, tetapi hal ini tidak pernah menjadi masalah. Sebab anime ini menyadari keterbatasannya dan kemudian tidak berusaha melakukan sesuatu yang tidak mampu dia lakukan dengan membuat cerita penuh aksi yang membutuhkan banyak animasi. Dia justru berkonsentrasi menggunakan animasinya untuk menyajikan komedi, dan karena komedi pada anime ini sebagian besar berasal dari percakapan para tokohnya, penulisan dialog yang pandai dan voice-acting yang baik sudah lebih dari cukup untuk menutupi semua kekurangan yang tampak dari segi visual.

- Tokoh/Karakter:
Walaupun pada dasarnya para tokoh di anime ini hanyalah personifikasi dari beberapa hewan, dan kepribadian mereka juga adalah sekadar perwakilan dari perilaku khas hewan-hewan tersebut, kemampuan anime ini dalam mengumpulkan semua bahan mentah tadi dan kemudian membentuk sejumlah karakter yang spontan terlihat menarik dari sisi komedi tetap merupakan sebuah pencapaian yang patut dipuji. Siapapun tahu bahwa berang-berang pandai dalam membangun rumah, namun jika harus digambarkan sebagai seorang tokoh, tidak semua orang yang akan mengubahnya menjadi seorang arsitek yang senantiasa cemas sehingga tidak pernah benar-benar menyelesaikan rumah yang ingin dia bangun. Selain itu, kecuali Serval dan Kaban, tokoh-tokoh yang muncul di setiap episode selalu berbeda, maka kenyataan bahwa komedi yang berasal dari interaksi di antara para tokoh pada masing-masing episode juga selalu efektif menunjukkan kalau anime ini tidak cuma asal memasukkan sekumpulan hewan, tetapi dia dengan tangkas telah memilah dan memilih kombinasi karakter yang paling tepat setiap kali.

- Overall Score:
Anime ini jauh dari yang terbaik ... adalah mungkin pikiran pertama yang muncul di benak anda begitu melihat ceritanya yang sederhana dan kemampuan animasinya yang terbatas. Namun, satu hal yang harus diperhatikan, anime ini memang tidak berusaha menjadi yang terbaik -- atau paling tidak, bukan 'terbaik' dalam pemahaman pada umumnya. Dia hanya ingin menjadi tontonan menyenangkan, dan berkat pemilihan topik yang cermat, penulisan dialog yang pandai, voice-acting yang baik, serta pengaturan kombinasi karakter yang terampil, komedinya yang ringan tapi senantiasa efektif akan mengajak anda untuk terus menyaksikan anime ini sampai kapanpun. Skor 8,5 dari 10 (Constantly fun)


DVD/Blu-ray:

Goods:
- Nendoroid: Serval
- T-Shirt Abunaiyo! Black: M / L / XL
- T-Shirt Abunaiyo! White: M / L / XL
- T-Shirt Hashibirokou: S / M / L / XL
- T-Shirt Toki: S / M / L / XL

Sabtu, 15 April 2017

SANGATSU NO LION

- Judul: 3月のライオン (Sangatsu no Lion)
- Judul Alternatif: March Comes In Like a Lion;
- Tipe: TV (Oktober 2016)
- Genre: Drama; Comedy;
- Episode: 22
- Rating: Relatively Safe
- Sinopsis:
Bagi Kiriyama Rei, setiap hari terasa menyesakkan bagai harus bernapas di dalam air. Setelah keluarga kandungnya tewas dalam suatu kecelakaan, dan keluarga angkatnya berantakan karena kehadiran dirinya, Rei kini mesti tinggal seorang diri di sebuah apartemen kosong. Dia berprofesi sebagai pemain Shougi profesional, tetapi semua pertandingannya tidak lebih dari pekerjaan rutin agar dia bisa terus memperoleh penghasilan. Syukurlah, pada suatu hari Rei kemudian bertemu dengan tiga gadis kakak-beradik Kawamoto Akari, Hinata, serta Momo, dan berkat kebaikan hati mereka yang memperlakukannya seperti keluarga, hari-hari Rei pun perlahan terlihat lebih terang.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Anime ini sebenarnya merupakan gabungan sempurna antara komedi dan drama pendek yang dikumpulkan dari beberapa orang tokoh sekaligus. Dia berhasil menjaga keseimbangan antara tingkah laku mereka jenaka dengan kisah perjuangan mereka saat menjalani hidup sehingga setiap tokoh selalu punya kemampuan untuk menyajikan kedua sisi cerita tersebut. Namun sayangnya, kecenderungan anime ini untuk terus membawa semua drama tadi kembali ke dalam sudut pandang Rei juga kemudian menjadikan ceritanya terkadang terasa agak terlalu berat. Seolah segala beban kehidupan mendadak terpusat hanya pada satu titik, anime ini seringkali akan tampak seperti kisah melelahkan tentang seorang pemuda yang tidak pernah berhenti menyesali nasib dan mengasihani dirinya sendiri. Bahkan, arah dan bentuk kisah Rei sebagai sang tokoh utama pun akhirnya lama-kelamaan menjadi kabur, sebab masalah hidupnya seakan dipicu oleh apapun yang dia alami atau siapapun yang dia temui. Rei bagaikan sehelai daun yang hanya bereaksi mengikuti aliran emosi dari para tokoh yang lain -- hatinya terasa sesak jika mereka bersedih, lalu segera berubah riang jika mereka juga bergembira. Tidak lagi jelas tujuan apa yang ingin dia capai atau motivasi apa yang mendorongnya untuk bergerak maju, maka meski anime ini memang dapat dikatakan cukup pandai dalam menulis beberapa drama pendek, dia belum menunjukkan tingkat keterampilan yang sama untuk satu cerita yang berdurasi lebih panjang.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Secara keseluruhan kualitas visual anime ini sangat bagus. Hanya saja, pada beberapa momen dia masih menggambarkan kisah dramanya dengan sedikit terlalu berlebihan. Dan sebagaimana seseorang yang memaksa untuk membesar-besarkan sesuatu yang sesungguhnya sangat sederhana, anime ini bahkan bisa terasa cukup membosankan ketika dia sengaja berlarut-larut dalam menjelaskan hal yang sudah dapat langsung penonton pahami sedari awal.
Demikian pula untuk bagian audio, meski voice-acting di anime ini pada umumnya sangat baik, keputusan untuk juga menyuarakan sound effects pada komedinya bukanlah yang paling tepat. Penyuaraan semacam ini biasanya memang terdengar jenaka, seperti bunyi "Jiiii~" yang menyertai tatapan seorang tokoh, tetapi mungkin karena anime ini melakukannya terlalu sering, nilai kejenakaan tadi akhirnya jauh berkurang, terlebih apabila dia kemudian sampai mengganggu penonton dari menyimak dialog para tokohnya.

- Tokoh/Karakter:
Jika dilihat dari satu sisi, anime ini sangat cermat dalam menempatkan tokoh-tokoh di sekeliling Rei untuk membantu agar kisah tentang perkembangan dirinya sebagai individu dapat berjalan lancar. Selain bahwa mereka adalah orang-orang yang secara alami akan muncul di dekat Rei dan kemudian menjalin hubungan dengannya, setiap tokoh juga diatur untuk memberi pengaruh yang berbeda kepada Rei, seperti kakak-beradik Kawamoto yang mengingatkannya kembali pada kehangatan mempunyai keluarga, atau Nikaidou yang mendorongnya agar memiliki ambisi dalam bermain Shougi. Namun sayangnya, kecermatan ini pada akhirnya hanya terasa seperti tersia-siakan, sebab perkembangan diri Rei tidak pernah bertahan lama, maka pengaruh dari tokoh-tokoh tersebut pun seolah tidak pernah benar-benar nyata. Ya, Rei memang selalu mengambil pelajaran dari mereka, tetapi setiap pelajaran tampak terpisah satu dari yang lain, bukan menjadi bagian dalam suatu rangkaian yang berkesinambungan. Alhasil, daripada berjalan maju selangkah demi selangkah, Rei justru terkesan cuma seperti bergerak maju-mundur dan terus mengulang langkah yang sama. Dia hanya akan belajar tentang sesuatu, membuatnya terdengar dramatis, lalu membiarkannya berlalu untuk segera belajar tentang sesuatu yang lain lagi. Yang bahkan lebih patut disesalkan lagi, fungsi para tokoh tersebut tampaknya sudah terlanjur difokuskan sebatas menjadi pendukung bagi Rei, maka meski sebenarnya menyimpan potensi drama dan komedi sendiri yang cukup besar, mereka tidak pernah mampu keluar dari balik bayang-bayang Rei.

- Overall Score:
Barangkali anime ini terlalu memaksa untuk menjadikan Rei sang tokoh utama, sebab pada kenyataannya dia belum mampu menulis jalan cerita atau pun perkembangan karakternya dengan baik. Meski anda masih bisa menangkap arah yang ingin dituju oleh anime ini, yang justru tampak hanyalah seorang pemuda yang seolah tidak bergerak ke mana pun. Padahal, para tokohnya yang lain berhasil menciptakan kumpulan drama dan komedi yang sangat menghibur, maka seandainya Rei dibiarkan membaur cuma menjadi salah satu di antara mereka, anime ini tentu akan menjadi jauh lebih menarik. Skor 8 dari 10 (Great comedy, and generally good drama)


DVD/Blu-ray: