Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 21 Juli 2017

LITTLE WITCH ACADEMIA

- Judul: リトルウィッチアカデミア (Little Witch Academia)
- Judul Alternatif: -
- Tipe: TV (Januari 2017)
- Genre: Super Powers; Action; Comedy;
- Episode: 25
- Rating: Mild Violence
- Sinopsis:
Kagum menyaksikan pertunjukan sihir Shiny Chariot, Kagari Atsuko atau Akko bertekad akan mengikuti jejaknya dengan bersekolah di Lunanova Witchcraft Academy. Dia tidak memiliki sedikit pun kekuatan sihir pada dirinya, sehingga dia bahkan tidak mampu mengendarai sapu untuk pergi ke Lunanova, namun ketika tanpa sengaja masuk ke sebuah hutan terlarang, Akko tiba-tiba saja menemukan Shiny Rod, tongkat khas milik Shiny Chariot yang telah hilang selama hampir sepuluh tahun dan disebut-sebut menyimpan rahasia tentang suatu sihir kuno yang dapat merubah dunia.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Meski plotnya yang hanya ingin bercerita tentang seorang gadis yang ingin belajar di sekolah sihir mungkin masih terasa terlalu sederhana untuk dapat segera menarik minat penonton, keunggulan anime ini terletak pada bagaimana cara dia menyampaikan cerita tersebut. Pertama, anime ini berhasil menggabungkan sisi jenaka dan sisi yang lebih serius dari ceritanya dengan sangat baik. Komedi yang bersumber dari kegagalan dan tingkah laku bodoh Akko tidak pernah berhenti membuat tertawa, tetapi semua kekonyolan itu juga tidak pernah sampai mengganggu nuansa menegangkan dan emosional ketika anime ini kemudian kembali ke jalan cerita yang utama. Bahkan sebaliknya, dengan memperlihatkan kesulitan yang Akko harus hadapi dalam mengejar impiannya, komedi tadi justru ikut membantu untuk menunjukkan lebih jelas betapa kuat tekad yang dia miliki dan betapa berarti setiap kesuksesan kecil yang mampu dia raih. Kedua, anime ini juga berhasil mengatur agar Akko selalu menemukan sesuatu yang baru pada tiap episode, apakah itu di Lunanova secara khusus ataukah di dunia sihir secara umum. Dengan demikian, walaupun pada akhirnya suatu episode lebih banyak cuma berisi komedi, dia akan tetap menjadi sebuah bagian yang turut mendorong jalan ceritanya bergerak maju. Sebab sebagai seseorang yang sedang belajar, setiap pengetahuan yang Akko peroleh merupakan tanda bahwa dia senantiasa berkembang, maka tidak akan ada satu pun episode yang hanya tampak seperti penundaan sia-sia.
Satu elemen yang barangkali masih terkesan lemah pada cerita anime ini adalah bahwa dia terlalu sering bergantung kepada kejadian-kejadian yang seolah terjadi secara kebetulan. Apabila Akko kemudian mendapatkan pengetahuan baru, hal itu biasanya berawal dari Akko yang secara kebetulan ingin melakukan sesuatu atau sesuatu itu yang secara kebetulan muncul di hadapannya. Namun, ketika diperhatikan lebih saksama, nuansa kebetulan di anime ini sebenarnya tidak pernah sampai melewati batas yang bisa diterima akal. Dia tidak memberi dampak yang terlalu besar sehingga akan memaksa merubah sesuatu dari tidak ada menjadi ada; dia cuma seperti senggolan kecil untuk menjaga agar jalan ceritanya tetap menuju ke arah yang dikehendaki. Yang sesungguhnya menimbulkan masalah hanyalah tingkat kekerapannya yang begitu tinggi, tetapi jika penonton bersedia mempertimbangkan status istimewa Akko sebagai orang yang ditakdirkan untuk membangkitkan kekuatan Shiny Rod, hal ini sendiri pun seharusnya masih dapat dianggap sebuah kebetulan yang masuk akal.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Anime ini menyajikan pertunjukan visual yang sangat bagus. Animasi gerakan para tokohnya mengalir halus, visual effects dari kekuatan sihir mereka terlihat menakjubkan, dan sinematografi tatkala mereka sedang beraksi juga mampu menjadikan aksi-aksi tersebut terasa mendebarkan.
Pada bagian audio, voice-acting para tokohnya berhasil menghidupkan karakter mereka masing-masing dengan tepat ... kecuali mungkin untuk tokoh Ursula. Masalahnya bukan pada kemampuan berakting, melainkan pada profil suaranya yang terdengar kurang sesuai dalam mewakili kedua sisi dari karakternya sekaligus. Pendapat ini bisa jadi hanya disebabkan oleh stereotip yang terlanjur mengasosiasikan suatu jenis suara dengan tipe karakter tertentu, tetapi bagaimana pun juga, meski memang sangat cocok bagi Ursula yang cenderung menutup diri dan selalu dihantui rasa bersalah, rasanya sulit dipercaya bahwa suara agak sengau dengan napas pendek itu sebelumnya adalah milik Shiny Chariot yang senantiasa ceria dan penuh semangat.

- Tokoh/Karakter:
Dalam merealisasikan seorang gadis biasa tanpa kekuatan sihir yang ingin belajar menjadi penyihir, hanya karakter seperti Akko, yang keras kepala dan tidak mengenal kata menyerah, yang akan terasa sesuai. Namun kemampuan anime ini dalam memilih karakter yang benar untuk peran yang tepat tidak berhenti cuma pada Akko. Apakah itu peran menonjol yang ikut terlibat dalam kisah Akko, ataukah peran pendukung yang menghibur dengan komedi, ataukah peran samar di latar yang sekadar membuat setting ceritanya terkesan lebih hidup -- setiap tokoh yang anime ini hadirkan tampaknya telah dipersiapkan untuk suatu fungsi tertentu, dan karakter mereka selalu mampu menjalankan fungsi tersebut secara efektif. Bahkan Lotte, yang sekilas terlihat tidak memiliki karakter menarik atau pun ciri khas unik selain kegemarannya pada novel Twi--(ehm) Night Fall, sebenarnya merupakan pengimbang yang baik bagi Akko yang hiperaktif dan para tokoh lain yang cenderung ... eksentrik. Jika di atas disebutkan bahwa tidak ada episode yang sia-sia, dengan tingkat efisiensi setinggi ini, juga tidak ada satu pun adegan yang akan terasa hampa. Sebab siapapun tokoh yang sementara tampil di layar, dia pasti akan menawarkan sesuatu yang berguna.

- Overall Score:
Tidak, jika memang harus jujur, anime ini tidak sempurna. Dia masih menunjukkan beberapa masalah pada semua bagian. Akan tetapi, dia juga memiliki banyak keunggulan yang jauh melampaui jumlah masalah tersebut, membuatnya tampak tidak lebih penting daripada sepotong kayu terapung di tengah samudra yang luas. Ceritanya menggabungkan komedi yang jenaka dan aksi yang seru, audio dan visualnya indah dan senantiasa menghibur, setiap tokohnya efektif dan menyenangkan untuk dilihat -- bila suatu anime sanggup memberikan semua hal ini, bukankah dia sudah memenuhi segala yang anda harapkan darinya? Skor 9 dari 10 (Recommended!)


DVD/Blu-ray:

Goods:
- PS4 Game: JPN Ver (Ltd) / JPN Ver / US Ver / EU Ver
- Nendoroid: Akko
- T-Shirt Sleeping Sucy: S / M / L / XL
- T-Shirt Night Fall: S / M / L / XL

Jumat, 14 Juli 2017

elDLIVE

- Judul: エルドライブ (elDLIVE)
- Judul Alternatif: -
- Tipe: TV (Januari 2017)
- Genre: Action; Comedy; SciFi; Super Powers;
- Episode: 12
- Rating: Strong Violence and Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Sejak kecil Kokonose Chuuta selalu diganggu suara misterius yang tidak bisa didengar oleh orang lain. Dia tidak pernah menyadari bahwa suara tersebut sebenarnya berasal dari alien bernama Doruu yang bersemayam di dalam tubuhnya, sampai kemudian dia mendadak diajak bergabung ke kepolisian luar angkasa elDLIVE. Bersama Doruu, Chuuta ternyata memiliki kemampuan untuk menangkap para alien jahat yang berkeliaran di bumi, maka sumber gangguan yang selama ini dia benci pun kini justru perlahan mulai berbalik menjadi kekuatan yang memberi Chuuta rasa percaya diri.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Meski dia berusaha menghubungkan semuanya dalam satu kisah tentang pertumbuhan Chuuta sebagai anggota elDLIVE, wujud sesungguhnya dari cerita anime ini adalah kumpulan misi yang dijalankan Chuuta dan timnya untuk mengejar para alien di setiap episode. Tentu saja, ini bukan secara langsung merupakan hal yang buruk -- ini hanya berarti bahwa kualitas anime ini harus dinilai berdasarkan pada masing-masing misi tersebut. Dan beruntung, anime ini ternyata cukup kapabel dalam menyajikan cerita-cerita pendek yang terasa menyenangkan untuk disaksikan. Tingkat kerumitannya sendiri bukan yang paling tinggi, sehingga tidak akan ada makna mendalam yang dapat mengajak penonton untuk mulai merenung, dan juga tidak pernah ada kejutan yang benar-benar tidak terduga. Namun, berkat teknik penulisan yang baik, jalan ceritanya kemudian mengalir lancar dan berkembang secara teratur, maka setiap misi pun tetap berhasil tampak sebagai suatu proses investigasi kasus kriminal yang cukup menarik. Selain itu, kelihatannya anime ini juga telah merencanakan bagian komedinya dengan matang. Karena fokus menggunakan kebiasaan-kebiasaan aneh para alien yang Chuuta temui dan pertengkarannya dengan Misuzu sebagai objek lelucon, anime ini menjaga peluang untuk senantiasa menghadirkan lelucon-lelucon segar di setiap misi, sambil sekaligus mencegah komedi tersebut dari menggagalkan bagian action yang lebih serius.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Secara keseluruhan tampilan visual di anime ini cukup bagus. Kemampuan terbaiknya dalam animasi dan sinematografi memang hanya bisa ditemukan pada adegan-adegan aksi yang berjumlah terbatas, tetapi kualitas anime ini di sepanjang serial tidak pernah turun lebih rendah dari level yang memuaskan.

- Tokoh/Karakter:
Walaupun pada akhirnya tidak banyak makna yang dapat diperoleh dari cerita anime ini, sebenarnya dia sudah berusaha menyertakan beberapa pesan moral. Sayangnya, semua pesan tersebut kemudian hanya menjadi kata-kata kosong tanpa bobot karena sarana yang dia gunakan untuk menyampaikannya, yaitu karakter tokoh Chuuta, terkadang tampak terlalu dibuat-buat. Chuuta lebih cenderung tampak seperti seorang salesman yang bermaksud menjual produknya daripada seseorang yang sekadar ingin berbagi suatu pelajaran hidup, maka meski penonton bisa menangkap pesan yang dia sampaikan, sebagian besar mungkin akan meragukan ketulusan di baliknya. .... Ironisnya, wujud Chuuta yang tidak meyakinkan ini justru disebabkan oleh salah satu dari pesan-pesan itu sendiri. Ketika anime ini hendak mengajarkan tentang pentingnya kepercayaan diri, dia akan mempermainkan karakter Chuuta laksana sebuah yo-yo -- dia dengan mudahnya melemparkan Chuuta jatuh begitu jauh hingga ke ambang keputusasaan hanya agar dapat langsung mengangkatnya kembali ke kepercayaan diri yang paling tinggi, dan kemudian terus mengulang proses yang sama beberapa kali lagi. Namun, bukannya menjadikan pesan tersebut semakin tegas, pengulangan ini malah menyebabkan keseluruhan tujuannya terkesan kabur. Jika dia harus selalu terlebih dahulu jatuh untuk setiap masalah yang dia temui, bukankah siapapun akan secara otomatis bertanya-tanya apakah Chuuta memang pernah merasa percaya diri?

- Overall Score:
Dengan karakter tokoh utama yang terlalu gampang berubah-ubah, anime ini mungkin akan terasa hampa bagi mereka yang mengharapkan kandungan moral atau nilai emosional di dalam sebuah cerita. Namun, jika anda hanya mencari sesuatu yang dapat terus anda nikmati mulai dari awal sampai akhir, anime ini masih bisa menjadi pilihan yang tepat. Cara bercerita yang rapi dan kualitas visual yang selalu memuaskan mampu menjamin bahwa anda akan menemukan cukup hiburan pada setiap episodenya. Skor 8 dari 10 (Decent storytelling)


DVD/Blu-ray:

Selasa, 11 Juli 2017

SERVAMP

- Judul: SERVAMP
- Judul Alternatif: -
- Tipe: TV (Juli 2016)
- Genre: Action; Super Powers; Comedy;
- Episode: 12
- Rating: Strong Violence and Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Tidak ingin merasa menyesal karena membiarkannya terlantar di jalan, Shirota Mahiru akhirnya memutuskan untuk memelihara seekor kucing hitam yang kemudian dia beri nama Kuro. Namun, ternyata kucing itu adalah salah satu dari tujuh Servamp, yaitu para vampir yang akan melayani seorang manusia sebagai imbalan atas darah mereka, dan dengan memungutnya, Mahiru telah tanpa sengaja menjadi pemilik atau Eve dari Kuro. Sebenarnya mereka berdua sepakat ingin segera membatalkan hubungan tersebut, tetapi tatkala mendadak muncul Servamp kedelapan bernama Tsubaki yang berniat membunuh semua Servamp lain, Mahiru dan Kuro pun tidak punya pilihan kecuali saling bekerjasama untuk menghadapinya.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Plot tentang pertarungan antar vampir memang menjanjikan banyak aksi, tetapi anime ini tidak pernah mampu membangun cerita di sekeliling semua aksi tersebut. Indikasi pertama bahwa ceritanya memiliki masalah sejak awal dapat langsung terlihat dari motivasi Mahiru yang kontradiktif ketika memungut Kuro. Bagaimana mungkin seseorang berpikir untuk menghindar dari suatu hal yang menyusahkan dengan cara melakukan hal lain yang bahkan lebih menyusahkan lagi? Meski anime ini berusaha memberi alasan bahwa tindakannya berasal dari sudut pandang yang lebih rumit dari kebanyakan orang (yang, btw, alasan ini pun kontradiktif dengan profil Mahiru yang selalu ingin mencari solusi paling sederhana) siapapun akan segera menyadari betapa keterlibatan Mahiru di dalam cerita sangat dipaksakan. Dan setelah awal yang meragukan, storytelling di anime ini juga tampaknya tidak direncanakan dengan baik. Ceritanya seringkali berjalan terlalu cepat, seolah hanya ingin sesegera mungkin melompat dari satu adegan aksi ke adegan aksi berikutnya, sehingga banyak insiden di dalam cerita yang seakan terjadi secara tiba-tiba. Sementara itu, walaupun dia menyajikan banyak kisah seputar hubungan antara Servamp dan Eve, anime ini tidak mampu menggabungkan mereka menjadi satu rangkaian cerita. Saat semua kisah tersebut dimaksudkan sebagai bagian dari proses selama Mahiru mengumpulkan kekuatan demi menghadapi Tsubaki, pada kenyataannya wujud dari proses itu sendiri nyaris tidak terlihat. Jumlah anggota mereka memang bertambah, namun setiap tokoh tidak menunjukkan fungsi atau kontribusi yang jelas, maka kelompok Mahiru pun tidak terkesan seperti sedang bertumbuh menjadi lebih kuat. Dan karena Tsubaki sendiri lebih sering cuma membuat kekacauan di mana-mana tanpa mengikuti rencana tertentu, pertempuran mereka juga seolah tidak pernah berkembang ke tingkat yang lebih tinggi. Kesimpulannya, setiap pertarungan di anime ini adalah sebuah atraksi yang berdiri sendiri, dan meski masih mungkin untuk menikmatinya sebagai pertunjukan visual, penonton tidak akan menemukan makna apapun di balik pertarungan itu.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Terkadang anime ini bisa terlihat agak kasar, tetapi secara keseluruhan animasinya masih cukup bagus. Hanya saja, visual anime ini hampir selalu gagal dalam menyajikan komedinya dengan efektif. Dia akhirnya kemudian harus bergantung sepenuhnya pada dekorasi di gambar latar untuk membuat leluconnya terasa jenaka, sebab anime ini tampaknya tidak pernah mampu memahami bagian mana dari setiap lelucon yang menjadikannya jenaka. Lalu, meski mungkin tidak secara langsung, kegagalan anime ini juga diperparah oleh dialog para tokohnya yang membosankan. Dia mengharuskan mereka untuk mengatakan sesuatu dengan kalimat-kalimat yang panjang dan bertele-tele, sehingga seolah-olah mereka sedetik pun tidak pernah berhenti bicara. Sementara, penulisan dialog itu sendiri terkesan tidak cukup kreatif, sebab para tokoh tersebut akan terus mengulang kata atau ungkapan yang sama setiap kali mereka bicara, semisal "Mendoukusai" pada Kuro atau "Simple" pada Mahiru. Tersembunyi di antara begitu banyak ucapan-ucapan yang tidak perlu, tsukkomi yang semestinya memperjelas suatu lelucon pun secara otomatis tidak bisa berfungsi seperti yang diharapkan.

- Tokoh/Karakter:
Karakter Mahiru sangat membingungkan, sebab terdapat banyak bagian pada profilnya yang saling menyalahi satu sama lain. Dua di antaranya sudah sempat disebutkan di atas, yaitu bahwa dia tampaknya tidak pernah memahami dengan benar konsep tentang apa yang dimaksud hal yang menyusahkan, dan bahwa dia selalu berusaha mencari solusi yang paling sederhana melalui cara berpikir yang rumit. Lalu, seolah kedua kontradiksi tersebut masih belum cukup, belakangan anime ini menambahkan lagi bahwa meski Mahiru menyukai kesederhanaan di dalam hidupnya, pada saat yang sama dia juga ternyata berharap menjadi pahlawan yang selalu siap bersusah-payah untuk menyelesaikan masalah semua orang. Bukankah ini seperti mengatakan bahwa Mahiru ingin menginjakkan kaki di bulan tetapi tidak bersedia mengangkat kaki dari bumi? .... Deskripsi membingungkan ini mungkin berasal dari ketidakmampuan anime ini untuk menetapkan seperti apa bentuk keterlibatan Mahiru di dalam cerita, dan asumsi ini juga kemudian diperkuat oleh alasan bertarung yang lemah dari para tokoh lainnya. Rencana awalnya benar-benar cuma sebatas tentang pertarungan antar vampir, dan ketika diharuskan menjelaskan mengapa orang-orang yang bukan vampir sampai ikut terlibat, dia pun hanya memberi jawaban ala kadarnya. Namun, bahkan jauh setelah ceritanya terlanjur berjalan, anime ini tetap belum bisa memutuskan apakah dia harus menampilkan Mahiru sebagai seseorang yang biasa-biasa saja yang sekadar terpaksa ikut bertarung, ataukah sebagai seseorang yang heroik yang menerima pertarungan itu sepenuh hati laksana suatu bagian dari takdirnya. Maka bukan hal mengherankan jika Mahiru akhirnya terperangkap di antara kedua status tersebut.

- Overall Score:
Barangkali penyebab utama dari semua masalah anime ini adalah karena dia memaksa menghadirkan hubungan Servamp dan Eve yang tidak jelas, ketika sebenarnya dia cuma ingin bercerita tentang sekumpulan vampir yang saling bertarung. Akibatnya, dia pun harus ikut menambahkan jalan cerita yang ditulis tidak sempurna dan juga seorang tokoh utama yang membingungkan. Padahal, seandainya saja dia bisa tetap berkonsentrasi hanya pada sisi pertarungannya, anime ini sesungguhnya memiliki cukup kemampuan visual untuk setidaknya menyajikan aksi-aksi yang memuaskan. Skor 6 dari 10 (Overreaching)


DVD/Blu-ray:
Volume 1
Volume 2
Volume 3
Volume 4
Volume 5
Volume 6

Goods:
- Tote Bag
- CD Music: Soundtrack / OP Theme / ED Theme
- CD Character Song: Mini Album / Solo Mini Album Vol 1 / Solo Mini Album Vol 2
- CD Drama: Haruyasumi / Natsuyasumi / Fuyuyasumi / Summer Fes / School Fes / Idol Fes
- CD Character: Vol 1 / Vol 2 / Vol 3 / Vol 4 / Vol 5
- DVD Special Event