Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.

Jumat, 28 April 2017

MASAMUNE-KUN NO REVENGE

- Judul: 政宗くんのリベンジ (Masamune-kun no Revenge)
- Judul Alternatif: Masamune-kun's Revenge;
- Tipe: TV (Januari 2017)
- Genre: Comedy; Romance;
- Episode: 12
- Rating: Mild Violence and Mild Eroticism (Partial Nudity)
- Sinopsis:
Sejak cintanya ditolak dan bahkan direndahkan begitu hina, Makabe Masamune bertekad akan membalas dendam kepada Adagaki Aki. Dia terus melatih tubuh selama bertahun-tahun hingga akhirnya berubah menjadi pemuda sempurna, dan dengan kesempurnaan tersebut suatu saat dia bermaksud membuat Aki jatuh hati, hanya agar dia dapat langsung mencampakkan Aki seperti sampah kemudian. Ketika pindah ke sekolah yang baru, di luar dugaan dia bertemu kembali dengan Aki, maka Masamune pun mulai menjalankan rencana Dead or Love yang sudah lama dia persiapkan.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Anime ini menggabungkan komedi dan romance dengan sangat baik. Layaknya suatu prank yang sengaja menipu orang-orang agar menunjukkan reaksi alami mereka, akting keren Masamune untuk melelehkan hati para gadis juga memiliki efek jenaka yang serupa, sementara pada saat yang sama, peluang yang selalu terbuka bahwa akting tersebut suatu saat benar-benar akan berkembang menjadi hubungan romantis menjadikan anime ini terasa manis, mendebarkan, dan mengundang rasa penasaran. .... Sayangnya, belakangan kisah romantis antara Masamune dan Aki mulai berubah menjemukan, sebab anime ini terlihat jelas berusaha menundanya selama mungkin. Dia masih senantiasa bergerak maju menuju suatu ending, tetapi setiap langkah yang diambil teramat kecil; meski anime ini memang terus akan mengungkapkan sesuatu yang baru di dalam hubungan mereka, makna pentingnya tidak sepadan jika dibandingkan dengan durasi panjang dari insiden seputar tokoh-tokoh tambahan yang digunakan sebagai sarana untuk menyampaikannya. Alhasil, anime ini pun terkesan seolah lebih mengutamakan insiden-insiden itu sendiri daripada tentang Masamune dan Aki, bahwa tujuan utamanya bukanlah untuk menyajikan kisah romantis antara dua remaja, melainkan sekadar menampilkan berbagai macam rencana tersembunyi untuk mendapatkan cinta. Dan walaupun hal ini sekilas terdengar brilian, pada kenyataannya semua rencana tersebut tidak lagi banyak berarti ketika warna romance di anime ini juga telah jauh memudar.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Audio dan visual anime ini secara khusus tidak memberikan sesuatu yang istimewa, tetapi keduanya berperan cukup penting dalam menyajikan komedi yang efektif. Apakah itu melalui tipu daya Masamune saat berusaha memikat hati Aki ataukah hanya tingkah laku bodoh dari para tokohnya, penulisan dialog yang cermat dan sinematografi yang mendukung berhasil menghadirkan setiap lelucon dalam bentuknya yang paling jenaka.

- Tokoh/Karakter:
Karena dipermalukan oleh seseorang yang dia kagumi, sebenarnya mudah dimengerti mengapa Masamune begitu marah kepada Aki dan juga mengapa dia bersikeras menggunakan rencana Dead or Love untuk membalas dendam. Akan tetapi, ketika cerita anime ini berkembang terlalu panjang, motivasi Masamune pun ikut menjadi terasa meragukan. Inti dari keseluruhan rencananya adalah untuk membuat Aki mengejarnya -- bukan sekadar menyukainya dengan malu-malu, melainkan benar-benar tergila-gila kepada Masamune -- agar dia dapat menghancurkan hatinya kemudian, namun setelah berulang kali upaya Masamune menemui kegagalan dan hati Aki terbukti sangat tangguh, siapapun bisa segera menyadari bahwa hal tersebut hampir pasti tidak akan pernah terjadi. Dengan demikian, bukankah akan lebih masuk akal seandainya Masamune melupakan rencana Dead or Love dan mulai mencari cara lain untuk membalas dendam? Sikapnya yang berkukuh tetap pada rencana awal akhirnya menyebabkan karakternya terasa dipaksakan, yang selanjutnya juga menjadikan rasa dendamnya terkesan palsu -- hanya sebuah dalih yang dibesar-besarkan, karena tujuan asli anime ini adalah justru sebaliknya, yaitu supaya dia bisa membuat Masamune tidak akan pernah berhenti mengejar Aki meski dia terus menunda-nunda ending dari kisah mereka.

- Overall Score:
Anime ini memulai dengan plot komedi-romantis yang sangat menjanjikan. Gabungan antara teknik-teknik konyol dalam memikat hati perempuan dengan hubungan romantis yang mungkin lahir dari kekonyolan tersebut menghasilkan atmosfer yang jenaka dan menyentuh sekaligus. Sayangnya, ketika anime ini terkesan selalu berusaha menghindar dari mengungkap akhir yang ditunggu-tunggu dari kisah Masamune dan Aki, sisi romance-nya pun segera menjadi terasa terlalu panjang dan bertele-tele. Barangkali sebagian penonton akan menemukannya berakhir tepat pada waktunya sehingga nuansa komedi-romantis tadi masih cukup kental untuk bisa dinikmati, namun bagi sebagian yang lain, keengganan anime ini mungkin sudah terlanjur berarti sama dengan kegagalan yang mengecewakan dalam memenuhi janji di permulaan tadi. Skor 7,5 dari 10 (Dawdling romance)


DVD/Blu-ray:

Goods:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar